Biografi Lengkap Ir. Soekarno, Sang
Founding Fathers Indonesia
Ir. Soekarno
Ir
Soekarno adalah Presiden pertama RI dan sekaligus Bapak Proklamator bersama
Drs. Moh Hatta. Beliau adalah pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Melalui pemikiran beliaulah Indonesia memiliki Pancasila, memiliki Gelora Bung
Karno, Memiliki Masjid Istiqlal yang merupakan Masjid terbesar di Asia
Tenggara, sempat menjadi negara adidaya dan sangat disegani negara-negara di
kawasan ASEAN dan negara di dunia bahkan ada rumor jika Indonesia tetap
dipimpin oleh Soekarno maka Indonesia bakal menjadi negara adidaya menyaingi
Amerika. Sebenarnya bagaimana sosok Soekarno atau yang akrab di panggil Bung
Karno.
Soekarno
Kecil
Bung Karno
memiliki nama lahir Koesno Sosrodiharjo. Pada saat umur lima tahun, beliau
sakit-sakitan. Menurut tradisi orang jaman dahulu jika seorang anak
sakit-sakitan maka nama anak tersebut tidak cocok dan harus diganti. Sehingga
nama Koesno Sosrodiharjo diganti menjadi Soekarno. Kata “Soekarno” adalah nama
panglima perang “Karna” diambil dari cerita Bharata Yudha, sedangkan awalan
“Su” dalam bahasa Jawa berarti baik. Jika ditulis dengan gelarnya maka menjadi
Dr.(HC) Ir. Soekarno. Tapi kemudian sering disapa dengan Bung Karno.
Ir
Soekarno atau Bung Karno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya Jawa
Timur. Ayah Soekarno bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo asli orang Jawa,
sedangkan ibunya adalah wanita bangsawan Bali yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai.
Saat kecil Soekarno dibesarkan oleh kakeknya di Tulungagung Jawa Timur yang
bernama Raden Hardjokromo.
Setelah
agak besar Soekarno pindah ke Mojokerto diasuh oleh orang tuanya sendiri.
Soekarno bersekolah di Eerste Inlandse School namun kemudian pindah ke
Europeesche Lagere School (ELS) agar dapat dengan mudah diterima di HBS
Surabaya. Di Surabaya ini Soekarno bertempat tinggal di pemondokan milik teman
ayahnya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan tokoh organisasi
Sarekat Islam. Di pemondokan ini Soekarno juga bertemu dengan orang-orang hebat
lainnya seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, serta Abdul Muis.
Pantas saja dikemudian hari Soekarno menjadi orang penting dan orang besar di
negeri ini, memang semenjak remaja ia sudah dikelilingi orang-orang hebat yang
juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Benar adanya pepatah yang berbunyi
“Berteman dengan penjual minyak wangi akan tertular bau wanginya sedangkan
berteman dengan pandai besi akan terpercik apinya.”
Di
pemondokan Sarekat Islam milik HOS Tjokroaminoto ini Soekarno ditempa
pemikirannya sehingga lebih maju dan kritis terhadap situasi yang dihadapi
bangsa Indonesia yang masih dicengkeram Belanda. Iapun ikut dan aktif dalam
organisasi kepemudaan yang bernama Tri Koro Dharmo yang masih dalam satu
kesatuan dengan organisasi Budi Utomo. Tri Koro Dharmo kemudian berganti nama
menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Selain ikut organisasi, Soekarno juga
menuangkan pemikirannya ke dalam tulisan. Ia aktif menjadi penulis disebuah
harian “Oetoesan Hindia” yang masih merupakan media milik Tjokroaminoto.
Soekarno
merupakan pemuda yang cerdas. Setamat HBS dengan nilai yang sangat istimewa,
Soekarno diterima di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang sekarang bernama
ITB. Disana ia mengambil jurusann Teknik Sipil, ia juga satu angkatan dengan
teman lamanya di HBS yang bernama Djoko Asmo.
Soekarno
Remaja
Pada tahun
1926 Soekarno lulus kuliah dengan menyandang gelar insinyur. Selama berkuliah
di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau ITB, Soekarno menumpang di rumah
Haji Sanusi. Haji Sanusi adalah teman HOS Tjokroaminoto sekaligus juga anggota
Sarekat Islam. I kediaman Haji Sanusi inilah Soekarno berkenalan lagi dengan
orang-orang penting lainnya seperti Ki Hajar Dewantoro, Tjipto Mangunkusumo dan
Dr. Dowwes Dekker mereka bertiga terkenal dengan sebutan Tiga Serangkai dan
merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Selama
berinteraksi dengan tokoh-tokoh Sarekat Islam inilah pemikiran Soekarno tentang
Islam menjadi lebih luas. Banyak tulisan beliau yang di ilhami dari pemikiran
Islam. Hal ini dapat di baca dalam buku “Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1”.
Soekarno
dan Pergerakan Nasional
Nama
Soekarno begitu terkenal karena keaktifannya dalam Jong Java dan juga
tulisan-tulisannya di media “Oetoesan Hindia” milik HOS Tjokroaminoto.
Keaktifan Soekarno tidak hanya di satu organisasi, pada tahun 1926 Soekarno
mendirikan Algemene Studie Club yang menjadi embrio dari PNI. Tahun 1927 Soekarno
mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI dengan fahamnya Marhaenisme. Di
PNI inilah gerakan Soekarno semakin berani dalam meneriakkan persatuan
Indonesia guna menentang dominasi Belanda agar tercapainya kemerdekaan semakin
berani. Belanda semakin waspada mengawasi gerak-gerik Soekarno. Akhirnya
Belanda merasa bahwa Soekarno sangat membahayakan bagi Belanda dan Soekarno pun
memenjarakannya dan membuangnya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada tanggal 29
Desember 1929.
Praktislah
Soekarno putus dari dunia luar. Ia sudah tidak bisa lagi kontak dengan
teman-teman seperjuangannya. Bahkan untuk bertahan hidup pun Soekarno
mengandalkan makanan yang diantarkan oleh kakaknya yang bernama Sukarmi atau
lebih dikenal dengan Ibu Wardoyo dan juga hantaran makanan dari isteri pertama
beliau yang bernama Inggit.
Untuk
mengirim makanan pun harus melalui penjagaan Belanda. Jika istrinya mengantar
makanan, Belanda selalu memeriksa isi makanan tersebut barangkali ada surat
yang bisa membuat Soekarno berinteraksi dengan dunia luar maka makanan tak
boleh diberikan.
Namun
Inggit tak kehilangan akal. Soekarno bisa mengetahui kabar teman
seperjuangannya dari telur yang biasa dibawa oleh Inggit. Jika yang dibawa
adalah telur asin maka ada masalah dengan teman-temannya. Apabila telur
tersebut di tusuk jarum 1 kali berarti keadaan terkendali sedangkan jika telur
ditusuk 2 kali berarti ada satu temannya yang ditangkap Belanda dan apabila
telur ditusuk 3 kali berarti ada penangkapan besar-besaran oleh Belanda
terhadap aktivis pejuang kemerdekaan Indonesia. Itupun hanya sekedar informasi
sebatas itu selebihnya jika Soekarno ingin tahu lebih detail maka Inggit tidak
berani mengatakannya di penjara karena gerakannya pun sellau diawasi oleh
Belanda.
Begitulah
hidup Soekarno di pengasingan. Menurut Ibu Wardoyo (kakak Soekarno), adiknya
selama dipenjara di Sukamiskin sangatlah kurus kering. Kulitnya hitam dan tak
terurus. begitulah penuturannya seperti yang ditulis di buku “Bung Karno Masa
Muda” terbitan tahun 1978 oleh Pustaka Antarkota. Sedangkan orang tua Soekarno
yaitu Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tak pernah menjenguknya
karena tak tega melihat anak nya yang sangat ia banggakan bernasib seperti itu.
Bagi Belanda, Soekarno adalah orang yang sangat berbahaya. Soekarno ditempatkan
di penjara bersama dengan orang Belanda dengan kasus korupsi, penggelapan dan
penyelewengan, hal ini agar Soekarno tak bisa mendapat informasi tentang
pergerakan yang diusahakannya karena tak mungkin terpidana korupsi yang
dibicarakan masalah perjuangan kemerdekaan, apalagi yang jadi terpidana adalah
orang Belanda. Praktislah Soekarno tak bisa mencuri dengar untuk mendapat
informasi tentang pergerakan kemerdekaan.
Dalam
pengasingan Soekarno memang sengaja membuat tubuhnya hitam karena hal ini untuk
memanaskan tubuhnya karena jika sudah masuk ke sel maka kondisi selnya sangat
gelap dan lembab. Ia khawatir tubuhnya tak cukup mendapat sinar matahari.
Delapan
bulan Soekarno di penjara tanpa pernah disidang dan akhirnya ia disidang. Dalam
persidangannya Soekarno menunjukkan bagaimana Belanda yang mengaku lebih maju
dan beradap itu menjajah begitu kejam rakyat Indonesia, beliau menunjukkan
kemurtadan Belanda yang sesungguhnya. Hal ini tertuang dalam pembelaannya yang
berjudul “Indonesia Menggugat”.
Pembelaan
Soekarno itu membuat Belanda bertambah geram dan marah. Sebagai hukumannya
akhirnya pada bulan Juli 1930 Belanda membubarkan PNI. Pada tahun 1931 Soekarno
dibebaskan. Karena PNI telah dibubarkan maka Soekarno bergabung dengan Partindo
dan sekaligus menjabat sebagai ketuanya. Ia kemudian aktif kembali
menggelorakan semangat untuk mencapai kemerdekaan melalui Partindo. Akibatnya
pada tahun 1933 ia pun ditangkap kembali dan dibuang ke Ende, Flores dan empat
tahun kemudian ia dipindahkan ke Bengkulu.
Indonesia
Merdeka
Foto Proklamasi Kemerdekaan RI
Perjuangan
Soekarno dan rekan-rekannya yang begitu berliku sangat lah melelahkan namun
kemerdekaan adalah harga mati yang harus segera diwujudkan oleh bangsa
Indonesia. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jum’at
bulan Ramadhan, bersama dengan Drs. Moh Hatta, Ir Soekarno memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia. Sebelum itu pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945,
Soekarno berhasil merumuskan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Setelah
itu pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI, Soekarno dan Moh Hatta
secara aklamasi diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang ke 1.
Menjadi
Presiden RI Pertama
Banyak
sekali karya-karya Bung Karno baik itu fisik ataupun secara pemikiran yang
telah dilahirkan sebelum atau selama menjadi Presiden RI. Berikut ini adalah
karya fisik beliau yang juga diilhami dari kemampuan beliau sebagai insinyur.
- Masjid Istiqlal yang merupakan Masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara, sampai saat ini belum ada masjid semegah dan sebesar Istiqlal di kawasan asia tenggara.
- Monumen Nasional atau Monas yaitu bangunan menara yang atasnya berasal dari emas murni 24 karat yang sampai saat ini menjadi simbol Jakarta sebagai ibu kota Indonesia.
- Gedung Conefo
- Gedung Sarinah
- Wisma Nusantara
- Hotel Indonesia yang merupakan hotel pertama di Jakarta dan Indonesia
- Tugu Selamat Datang yaitu sebuah tugu yang menggambarkan perempuan dan laki-laki yang sedang melambaikan tangan yang merupakan pertanda untuk menyambut tamu baik itu dari luar daerah atau luar negeri saat masuk Jakarta.
- Monumen Pembebasan Irian Barat
- Patung Dirgantara
- Rancangan Skema Tata Letak Kota Palangkaraya
Selain itu
pada tahun 1955 saat Ir Soekarno menunaikan ibadah haji, beliau melihat saat
melakukan sa’i jamaah cenderung berdesak-desakkan sehingga sebagai insinyur
beliau menyumbang ide agar pemerintah Arab Saudi membangun jalur Sa’i menjadi
dua jalur. Dan saat ini seperti yang kita tahu tahun 1966 Pemerintah Arab
melakukan perombakan atas bangunan Masjidil Haram. Jalur Sa’i menjadi dua jalur
bertingkat begitu juga dengan jalur lantai bertinkat untuk towaf.
Selain itu
ada sumbangsih lain dari Presiden Soekarno untuk pemerintah Arab yaitu beliau
melihat di kiri-kanan jalan di arab sangatlah tandus sehingga beliau
menyumbangkan bibit pohon sono dimana pohon ini sangat mudah tumbuh dan tahan
di daerah panas. Sampai sekarang pohon ini masih hidup dan di arab pohon ini
dinamakan pohon Soekarno.
Sebelum
menjabat sebagai presiden, beliau juga pernah menelurkan sumbangsihnya sebagai
insinyur untuk membongkar masjid Jami’ di Bengkulu, ini terjadi saat beliau
diasingkan ke Bengkulu oleh Belanda.
Selain
berupa fisik, pemikiran Soekarno sebagai politikus juga yang telah melahirkan
Pancasila sebagai dasar negara RI.
Kewibawaan
dan kharisma beliau juga nampak saat menyelesaikan tanpa ada pertumpahan darah
sengketa antara 200.000 rakyat Indonesia dengan pasukan Jepang bersenjata
lengkap yang akan bentrok di lapangan Ikada. Ini terjadi pada tanggal 19
September 1945 dimana Jepang ingin tetap menjajah Indonesia walau sudah
dinyatakan merdeka.
Melalui
kehebatan diplomasinya, Presiden Soekarno juga berhasil membuat pimpinan
pasukan sekutu yang bernama Sir Phillip Christison mengakui secara defacto
kemerdekaan Indonesia.
Dalam
kancah internasional, presiden Soekarno juga telah mencetuskan Konferensi
Asia-Afrika di Bandung sebagai cikal bakal negara Non Blok. Dari Konferensi
Asia Afrika ini terlahirlah Dasa Sila Bandung. Dari konferensi inilah banyak
negara-negara Afrika yang masih terbelakang dan terjajah dapat mengusahakan
kemerdekaannya. Sampai sekarang di negara Afrika jika mendengar kata Indonesia
maka yang paling awal disebut dan diingat adalah Soekarno.
Dibawah
kepemimpinan Soekarno Indonesia berhasil mendapat hati dari masyarakat
Internasional bahkan disinyalir dapat menyaingi dominasi Amerika sebagai negara
adidaya. Walaupun di dalam negeri juga banyak terjadi pemberontakan
didaerah-daerah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia namun hal itu tidak
menyurutkan wibawa, pengaruh dan kharisma Soekarno sebagai presiden Republik
Indonesia.
Soekarno
memang dikenal ahli dalam berpidato dan berdiplomasi. Dari pidatonya banyak
rakyat Indonesia yang terbakar semangatnya. Salah satu kalimat dari pidatonya
yang terkenal adalah “Berikan aku seribu orang tua, niscaya aku akan
cabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan
kugoncangkan dunia.”
Masa
Kejatuhan Soekarno
Ada masa
jaya pasti ada masa jatuh. Begitulah roda kehidupan berputar. Soekarno yang
begitu berwibawa, berpengaruh dan kharismatik juga tetaplah manusia biasa. Tak
ada gading yang tak retak. Dibalik kesempurnaan seseorang pasti juga ada
kelengahan. Awalnya adalah peristiwa G 30 S/PKI dimana ada 5 Jendral besar AD
yang dibunuh dan tuduhan itu dialamatkan pada PKI. Walaupun belum tahu apakah
gerakan 30 september itu murni pemberontakan yang dilakukan PKI atau hanya
rekayasa untuk menjatuhkan Soekarno.
Setelah
kejadian itu, banyak demonstrasi besar-besaran terjadi yang salah satunya
adalah menuntut untuk membubarkan PKI. Namun menurut sejarah yang dipelajari di
sekolah, Soekarno tidak bersedia membubarkan PKI karena bertentangan dengan
azas yang dianutnya waktu itu yaitu “Nasakom atau Nasional Agama Komunis”.
Pemberontakan
G 30 S/PKI membuat kekacauan hebat di Indonesia, harga barang yang melambung
tinggi sampai di tingkat politik pidato pertanggungjawaban Soekarno ditolak
oleh MPR. Karena G 30S/PKI itulah akhirnya Soekarno harus menandatangani
Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret yang isinya memerintahkan kepada
LetJen Soeharto untuk mengambil tindakan guna mengembalikan keamanan dan
kestabilan pemerintah dan negara.
Karena
Supersemar itulah kemudian Let Jen Soeharto yang saat itu telah diangkat
menjadi Panglima Angkatan Darat membubarkan PKI sampai ke akar-akarnya dan
dinyatakan sebagai organisasi terlarang.
Pertanggung
jawaban Soekarno telah ditolak oleh MPR dan pada 20 Februari 1967 Presiden
Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan dan secara de
facto Soeharto yang menjadi kepala pemerintahan.
Soekarno
Sakit Hingga Meninggal
Misteri
kejadian G 30S/PKI sampai benar atau tidaknya Supersemar memang sampai sekarang
masih diperdebatkan. Ada yang berasumsi bahwa kejadian G 30 S/PKI adalah
ditunggangi kepentingan untuk merebut kekuasaan dari Soekarno dan Supersemar
yang sekarang ada di sejarah sudah di rekayasa. Biarlah sejarah dan waktu yang
membuktikan.
Namun kejadian
itu benar-benar membuat Soekarno terpojok. Bagaimana tidak, beliau yang tak
tahu menahu secara tidak langsung dikait-kaitkan dengan kejadian G 30 S/PKI dan
secara tidak langsung opini masyarakat dibuat Soekarnolah yang seakan
bertanggung jawab akan kejadian G 30 S/PKI. Padahal beliau tidak tahu menahu.
Sebagai
dampaknya akhirnya Presiden Soekarno diasingkan ke Istana Bogor. Dalam
pengasingan itu, Soekarno banyak menghabiskan waktunya dengan menginventarisir
musik keroncong. Banyak sekali musik keroncong yang telah diselamatkannya agar
tak hilang begitu saja.
Soekarno
sangat menyukai seni, mungkin ini diturunkan oleh ibunya yang asli Bali.
Soekarno juga sangat menyukai wayang. Tokoh wayanglah yang memberikan semangat
kepadanya dan keyakinan bahwa yang benar bakal menang.
Soekarno
juga sangat menyukai tari-tarian seluruh Indonesia. Beliau sangat antusias
dengan tarian selamat datang penduduk Papua. Saking gemarnya dengan seni,
istana negara penuh dengan beraneka patung serta lukisan.
Itulah
yang dilakukan Soekarno saat diasingkan di Istana Bogor. Soekarno sebenarnya
memiliki penyakit ginjal dan kesehatannya terus memburuk sejak Agustus 1965.
Sebenarnya Soekarno pernah menjalani perawatan di Wina , Austria dan
mengharuskan ginjalnya sebelah kiri untuk diangkat namun beliau tak mau dan
memilih pengobatan tradisional hal ini dipilihnya karena beliau yakin akan alam
Indonesia yang melimpah dengan berbagai tanaman obat bukan karena beliau tak
mampu berobat dengan pengobatan modern.
Soekarno
dapat bertahan dari penyakit ginjalnya hanya lima tahun. Dan pada hari minggu
tanggal 21 Juni 1970, Presiden pertama Indonesia inipun meninggal dunia di
RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Jenazah
Sang Putera Fajar pun disemayamkan di Wisma Yasso milik Ratna Sari Dewi. Dan
jenazah beliau akhirnya dimakamkan di Blitar Jawa Timur berdekatan dengan
ibundanya. Selama 7 hari pemerintah mengumumkan sebagai hari berkabung
nasional.
Ada
beberapa kejadian menjelang berpulangnya Sang Proklamator. Berikut ini
adalah detik-detik meninggalnya Bung Karno.
–
Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto
dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga
penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya,
petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit
hingga pelataran parkir.
–
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan,
mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya
di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.
–
Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat
sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di
pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang
hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu
tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya
kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.
–
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai
perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada
lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah
membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak,
tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu
menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya
terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit.
Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini
tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.
–
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu
–
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara
untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak
mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara
perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.
–
“Pak, Pak, ini Ega…”
–
Senyap.
–
Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir
Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin
mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui
kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya
bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya
terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno
terdiam lagi.
–
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari
tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi
hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan
limbung. Mega segera dipapah keluar.
–
Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga
lengkap dengan senjata.
–
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup
dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
–
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi
kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan
Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil
dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak
terperi, Soekarno berkata lemah.
–
“Hatta.., kau di sini..?”
–
Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau
kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam
kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar.
Sedikit tersenyum menghibur.
–
“Ya, bagaimana keadaanmu, No ?”
–
Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya
memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin
memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.
–
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya
dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka
masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?
–
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.
–
Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di
depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak
lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga
tumpah. Hatta ikut menangis.
–
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah
takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat
dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya
siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa
dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
–
“No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan
lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya
terguncang-guncang.
–
Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati
menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno
tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang
demikian erat dan tulus.
–
Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan
matanya.
–
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno
kian tipis.
–
Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus
merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu
badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan
piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun,
Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.
–
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter
kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang
paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai
seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama
lagi.
–
Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno.
Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya,
memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari
tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu
juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu
lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.
–
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir.
Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik
yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
–
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak
orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat,
Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan
kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.
–
Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter
kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno
telah meninggal.
Kontroversi
Meninggalnya Bung Karno
Ada banyak
dugaan bahwa Sang Proklamator memang dibiarkan sakit dan meninggal alias
sengaja dibunuh pelan-pelan. Hal ini dapat dilihat dari cara pengobatan Sang
Putera Fajar yang tidak wajar. Semua diatur dan dijaga secara super ketat mulai
dari penempatan beliau yang dijadikan tahanan politik di Wisma Yasso yang
membuat beliau tertekan sampai tak bebasnya para keluarga dan kolega untuk
sekedar menjenguk beliau.
Banyak
resep tim dokter kepresidenan yang dipimpin oleh dr. Mahar Mardjono yang tidak
ditukarkan dengan obat di apotik dan dibiarkan menumpuk di dalam kamar. Bahkan
untuk mengobati sakit gigi Bung Karno pun tim dokter harus minta izin dari
Soeharto yang saat itu menjabat sebagai presiden.
Usaha
untuk mendatangkan alat medis dari China juga ditolak oleh Soeharto. Dengan
kata lain Bung Karno memang dibiarkan sakit dan meninggal pelan-pelan.
Benar-benar perlakuan yang tak manusiawi untuk seorang yang begitu besar
jasanya pada Republik ini.
Penghargaan
Untuk Bung Karno
Keaktifan
Bung Karno dalam perpolitikan di dalam maupun di luar negeri banyak mendapat
apresiasi dari pihak internasional dan juga dari dalam negeri. Bahkan sampai
beliau wafat pun nama beliau tetaplah dikenang oleh masyarakat internasional.
Berikut ini penghargaan saat beliau masih menjadi presiden:
- Doktor Honoris Causa dari UGM, ITB, UI, UnHas, IAIN Jakarta, Universitas Padjajaran dan Universitas Muhammadiyah.
- Doktor Honoris Causa dari pihak asing seperti dari Columbia University (USA), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir)
- Pada bulan April 2005 Soekarno mendapat penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang berupa medali, tongkat, pin dan lencana yang berlapis emas dari Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Penghargaan ini diberikan karena jasa Soekarno yang sukses menumbuhkan solidaritas internasional dalam melawan penjajahan oleh negara adidaya amerika dan eropa. Soekarno melalui perjuangannya untuk memerdekakan Indonesia juga dianggap mampu memberi inspirasi negara-negara afrika yang waktu itu masih dijajah oleh negara eropa serta dalam membebaskan diri dari paham apartheid.
- Bandara Internasional di Jakarta di beri nama Bandara Soekarno Hatta.
- Gelora Senayan yang dahulunya bernama Gelora Soekarno dikembalikan lagi namanya menjadi Gelora Bung Karno.
- Untuk memperingati haul Bung Karno yang ke 100, kantor Filateli Jakarta mencetak prangko “100 tahun Bung Karno” yang diterbitkan dalam empat macam yaitu Rp 500 yang berisi gambar Soekarno waktu masih sekolah menengah, Rp 800 berisi gambar Soekarno saat menjadi mahasiswa di ITB, Rp 900 bergambar Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi dan Rp 1000 bergambar Soekarno saat menjadi Presiden RI yang pertama.
- Selain oleh pemerintah RI, prangko bergambar Soekarno juga dicetak di Kuba pada tanggal 19 Juni 2008. Didalam prangko tersebut tampak Presiden Soekarno yang sedang bersama dengan Presiden Kuba Fidel Castro.
- Di Bangkok, Thailand tepatnya di museum Madame Tussauds terdapat patung lilin Bung Karno yang merupakan penghargaan bagi Soekarno atas jasa-jasanya dalam perannya di dunia internasional selama menjabat sebagai Presiden.
Selain
penghargaan, banyak yayasan yang didirikan dengan nama Bung Karno yaitu Yayasan
Bung Karno dan Yayasan Pendidikan Soekarno yang kemudian juga membuka
Universitas Bung Karno yang telah diresmikan oleh Presidenn BJ Habibie pada
tanggal 25 Juni 1999.
Kata
Mutiara Soekarno
- Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Bung Karno di Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
- Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.
- Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
- Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
- Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
- Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. (Sindiran terhadap Soeharto)
- Tidak seorang pun yang menghitung-hitung berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.
- ……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……
- Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
- Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
- Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.
Biodata
Soekarno
Nama :
Soekarno
Nama
Dengan Gelar : Ir. Soekarno
Jabatan :
Presiden RI Pertama
TTL :
Blitar, 6 Juni 1901
Wafat :
Jakarta, 21 Juni 1970
Partai
Politik : PNI
Profesi :
Politikus , Insinyur
Agama :
Islam
Tanda
Tangan :
Nama Istri
: Oetari (1921-1923)
Inggit
Garnasih (1923-1943)
Fatmawati
(1943-1956)
Hartini
(1952-1970)
Kartini
Manoppo (1959-1968)
Ratna Sari
Dewi (1962-1970)
Haryati
(1963-1966)
Yurike
Sanger (1964-1968)
Heldy
Djafar (1966-1969)
Nama Anak
: Guntur Soekarnoputra
Megawati
Soekarnoputri
Rachmawati
Soekarnoputri
Sukmawati
Soekarnoputri
Guruh
Soekarnoputra (dari Fatmawati)
Taufan
Soekarnoputra
Bayu
Soekarnoputra (dari Hartini)
Totok
Suryawan (dari Kartini Manoppo)
Kartika
Sari Dewi Soekarno (dari Ratna Sari Dewi)
SUMBER :
sumber :






Tidak ada komentar:
Posting Komentar